Hampir mati di gunung Merbabu

November 2016 aku muncak ke gunung merbabu. Berangkat dari kos jam 19.00. aku, eng, zaki sama fery berangkat menggunakan motor menuju terminal bungur. Kala itu hari kamis, mumpung libur akhir bulan 2 hari kami putuskan untuk nanjak ke gununug merbabu. Kami berangkat ke boyolali naik bus sugeng jurusan solo, oper lagi ke boyolali. Sampai boyolali jam 03.00 dini hari dan masih harus ngambil dome yg kapan hari kami pesan. baru kami berangkat ke selo dgn bus mini, desa ini adalah pos untuk 2 pendakian gunung yaitu merbabu dan merapi. Sampai pasar selo kami cari makan dulu. Abis itu jalan kaki menuju basecame, eh ternyata jauh banget. Kita aja baru beberapa langkah jalan udah main istirahat aja. Ini sama aja basecamnya di warung yg tadi kita buat sarapan haga. Pas kita lagi istirahat di jalan tiba2 ada warga yg nawarin tumpangan ke kita gitu. Dgn di boncengin motornya kita di tawarin mau lewat gancik (basecame baru) atau yg besecame lama. Dan kami putuskan lewat gancik aja, kebetulan basecam gancik dekat dengan rumahnya mas2 tadi. Memang rumahnya masnya itu dibuat untk resarea para pendaki gitu. Sebelum kami daki, kami istirahat dulu di rumah masnya plus mandi. Tau gak, air disana tu super duper dingin banget, sampai2 mandi aja tubuhku ngluwarin asep, keren gk tuh. Okeh abis teris full energi kami. Kami siap memulai pendakian.berangkat jam 09.00pagi. Dgn trek masih berupa jalan cor menuju gardu pandang gancik jalanya udah nanjak aja broh.

Selain buat basecame pendakian, gancik juga di buat sebagai tempat wisata. Perbedaan basecame gancik sama basecame pendakian selo lama hanyalah dari pos 1 dan 2 saja, setelaah itu pos 3 berada di jalur yang sama yaitu batu tulis. Sedikit cerita di perjalanan dari pos 1 ke pos 2. Pas gue jalan dgn mendengarkan mp3 dari hp, tiba2 pendaki depan gue joget2 sendiri gitu dengar mp3 gue. Mungkin karna lagunya campursari didi kempot kali ya. Jadi si pendaki itu bisa nikmatin musik yg gue play haga. Oke lanjut ke perjalanan.

Sedikit info ya, kalo pendakian merbabu via gancik ini terdapat beberapa pos. Yaitu pos 1 ( dgn vegetasi hutan lindung ) pos 2 ( vegetasi tumbuhan perdu dgn tinggi rata2 3 meter), bukit teletubies (batas vegetasi dari hutan ke padang savana), pos 3 atau batu tulis ( bertemunya jalur gancik dan jalur pendakian merbabu lama), pos 4 (sabana 1), pos 5 ( sabana 2), watu lumpang, puncak gunung merbabu.

Dari sekian banyak pos. Menurut gue yg paling lama nanjaknya ya dari batu tulis ke sabana 1.

Dan kami sedikit ragu ketika sampai di sabana 1 menuju sabana 2. Anginya itu loh kuwenceng banget, jadi ketar ketir gitu. Tp karna tekad kita yg kuat ya akhirnya sampai juga di sabana 2 dan dengan cuaca yg tak mendukung kami bangun tenda, sulit lo bangun tenda dgn angin kuwenceng itu, hampir setengah jam dah mbangunya. Oh ya kami sampai sabana 2 jam 3sorean. Dari kita sampai hingga mau summit pas dini hari angin2nya gk berhenti kenceng2 nya. Pas malemnya kita kyk di taruh dalam lemari es bersuhu minus 0°c , la kenapa.? Karena kami tidur gak pake matras alias beralas tanah yg amat dingin. Sampai2 tidur aja gk bisa,pengen2 cepet pagi deh.

Oke, jam 3 dini hari kami masak, dan taraaa. Masakan kita gak jadi, nasi kita belum mateng, dan tetep kita makan. (Sakit sakit dah perut lo haga) abis selesai masak kami trus summit jam 4 dan sampai puncak jam setengah 6. Dan apa yg terjadi ? Viewnya gk keliatan gaes. Merapinya ketutup awan dan itu terjadi hingga jam 7 dan kabut semakin tebel. Ok karena ngeburu waktu dan kami harus kembali kerja besok akhirnya kami turun jam 7 dari puncak, gue saranin kalo ke merbabu jangan musim penghujan ya, nantinya ya kyk kami, dapat zonk. Dan saking terburu2 gue malah jatoh hingga muka gue babak belur, kejadian itu pas jalur dari puncak ke watu lumpang. Mungkin juga faktor sepatu gue yg udah aus dan angin yg begitu kenceng. Untung di batu lumpang ada air di liangnya, gue buat bersihin muka gue aja yg blepotan kena tanah. Di perjalanan turun pun kendala mesih menimpa kami, persediaan airnya abis, matih nih. Dan kami turun dgn terpisah pisah, gua pun yg hati2 untuk turun akhirnya sampai di bawah yg terakhir hege. gak papa lah, yg penting selamat.

Sampe gancik lagi jam 10 pagi dan karena masih ngisi perut dulu akhirnya kami berangkat kesurabaya jam setengah 2 siang, molor apa yg kita rencanain. Ok akhirnya sampai puncak yg sesungguhnya, yaitu kos2an. Hege, sampai kos jam 1 malam. Langsung tepar. Dan besoknya kami mulai mburuh lagi ..oke makasih udah mau mapir di blogku yang kumuh ini.

Oh ya, ini nih foto2nya..

Basecame gancik

Track dari batu tulis ke sabana 1

Sabana 2

Puncak kenteng songo.

Dari pendakian ini saya belajar. Bahwa keselamatan adalah puncak yang utama. Mengalahkan kecepatan dan keterburu buruan..

Oke, trimakasih udah baca blogku..😉😉

avatar Tidak diketahui

Penulis: risalahwongkawak

tak ingin menua tanpa cerita.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai