Wisata “Heritage” di Ngawi.

Wisata heritage. Kalian pernah dengar gak sih wisata heritage?. Ya, heritage sendiri adalah tempat yg dianggap mempunyai nilai sejarah yg tinggi di suatu tempat.

Di Ngawi sendiri juga gak mau kalah. ada beberapa wisata Heritage yg wajib kalian kunjungi. Antara lain: Benteng pendem yg udah terkenal seantero galaksi bima sakti. rumah KRT Radjiman widyoningkrat, ketua BPUPKI. monumen Suryo, tempat meninggalnya gubernur jatim pertama. musium trinil, tempat ditemukanya fosil manusia purba pertama didunia.

Tapi kali ini saya tidak akan membahas tempat- tempat yg ada diatas,melainkan tempat- tempat yg belum banyak dikunjungi. toh tempat- tempat diatas sudah banyak yg membahasnya di berbagai platform. Yuk kita mulai saja ceritanya.

Berangkat bersama rekan saya, triono. sepeda motor saya arahkan ke destinasi heritage pertama, yaitu omah watu

Omah watu atau rumah batu tergolong wisata baru di Ngawi. Bisa dibilang wisata keajaiban di Ngawi sih, dari pada wisata heritage.

Omah watu berada di ds Hargomulyo kec ngrambe ini mempunyai keunikan tersendiri, pasalnya rumah ini semua bagianya terbuat dari batu dan uniknya lagi, hampir 90% tanpa menggunakan semen. Semacam kayak keajaiban dunia yg di miliki candi Borobudur kan?. Pemiliknya bernama mbah sarengat/ Hartomo. Beliau sendirilah yg membuat rumah ini. Rumah ini pun belum mempunyai atap karna beliau meninggal dunia sebelum bangunan ini selesai. Untuk tiket masuknya sendiri cuma 5k/ orang dan parkir 2k/motor. Disamping omah watu ini juga terdapat kebun bunga krisan yg instagramable, pas banget buat foto- foto sama pasangan. Maaf gak ada fotonya di kebun bunga, wong saya gak punya pasangan..😅😅

Abis dari kebun bunga, kami melanjutkan ke destinasi yg kedua, bukan wisata heritage sih. Melainkan wisata alam yg tidak jauh dari omah watu ini.

Air terjun teleng.

Air terjun ini masuk pada kawasan bumi perkemahan selo ondo ds Ngrayudan kec Jogorogo Ngawi. Montor kami parkir di kawasan selo ondo yang terkenal akan festival grafitasi buminya. Selanjutnya kami mengikuti aliran sungai untuk sampai ke air terjun. Dari parkiran sampai air terjun membutuhkan waktu yang lama, kurang lebih sekitar 20an menit. Belum lagi saat mengambil jalur yang salah akibat kurangnya petunjuk arah. 10 meter sebelum air terjun utama, kami udah disuguhkan air terjun air terjun kecil yg bersumber dari mata air langsung. Rasa capek seketika hilang terkena percikan air terjun.

Air terjun ini berdebit deras jika musim penghujan datang, dan berdebit kecil bahkan tak ada airnya jika musim kemarau. Tapi walaupun begitu air terjun ini mempunyai daya tarik tersendiri. Sebenarnya sih ada 2 jalur untuk sampai ke air terjun ini. Pertama dari selo ondo sendiri. Dan yg kedua dari taman hutan segawen yg berada tepat di atas air terjun teleng. Puas menikmati pesona air terjun teleng, kami langsung kembali, karna waktu sudah sore.

Karna jalan searah dengan rumah. sebelum pulang ke rumah, kami sempatkan ke tempat selanjutnya yaitu kepatihan lama.

Kepatihan lama sendiri adalah bangunan tua yang berada di pusat kota Ngawi. Tepatnya di jln patiunus kelurahan ketanggi kec Ngawi kab Ngawi. Bangunan ini memiliki sejarah yang besar bagi kab Ngawi. Pasalnya bangunan ini dulu adalah kantor kepatihan yg ada di ngawi. Bahkan pahlawan HOS Cokroaminoto, raja jawa tanpa mahkota, pernah bekerja disini sebagai juru tulis. Beliau keluar karna melihat ketidak sewenang wenanganya Belanda kepada kaum pribumi. Tempat ini rencanya akan di restorasi karena bangunannya udah tidak terawat, banyak semak belukar tumbuh tinggi. Next, mungkin tempat ini akan jadi heritage kedua setelah benteng van den bosh.

Tempat ini cocok banget di datengin pas waktu sunset ataupun sunrise. Karna langit mulai gelap kami pun pulang.

Itulah beberapa wisata “heritage” yg ada di Ngawi. Selamat berwisata di negeri Ngawi Ramah..

avatar Tidak diketahui

Penulis: risalahwongkawak

tak ingin menua tanpa cerita.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai