Malang, kabupaten dengan banyak wisata ini memang tak henti- hentinya memperlihatkan pesonanya. Mulai dari wisata alam, taman rekreasi dan masih banyak lagi. Kali ini saya dan jerry akan mengexplore salah satu dari wisata alam yang ada di malang.
Coban jodo. Coban ini berada di dsn bendolawang, ds ngadirejo, kec jabung. Sebenarnya ada dua jalur masuk untuk menuju coban jodo ini. Dari jabung sendiri, dan ada yang dari tumpang. Wisatawan yg berasal dari arah surabaya (utara) lebih recomend lewat jabung. Itu sebabnya kami memilih lewat sini (jabung).
Berangkat dari kos sekitar jam 3.30 pagi. Sampai coban jodo sekitar jam 05.00. Gerbang masih tertutup, begitu pula loketnya. Motor saya parkir disebelah loket. Tak lupa saya kunci ganda, mengingat belum ada yang jaga. Kami langsung turun kebawah. Trek pertama memang jalanan setapak menuju kebawah jurang. Sampai dibawah, aliran sungai menyambut kami. Nah, dari sinilah percabangan antara jalur jabung dan jalur tumpang. Jalur tumpag berada di seberang sungai. Kami diharuskan menelusuri pinggiran sungai hingga sampai ke air terjun pertama.
Coban kricik. Sesuai dengan namanya, coban ini memiliki aliran air yang tak begitu deras. Cuma gemricik air yang mengalir dari atas tebing. Tapi jangan salah, meskipun tak begitu deras tapi coban ini cukup tinggi. Melanjutkan perjalanan ke coban selanjutnya, kami tidak berhenti di coban ini. Coban selanjutnya adalah coban singo
Coban singo/ coban arema. Coban ini memiliki 2 tingkat, tingkat pertama sekitar 10 meteran dan tingkat ke 2 sekitar 3 meteran saja. Kenapa dinamakan coban singo? Mungkin karna tingkat ke 2 nya memiliki 2 aliran yg menyerupai taring singa.

Kembali melanjutkan perjalanan, coban berikutnya adalah coban suko.
Coban suko. berada di tengah aliran sungai, coban ini bertolak belakang dengan coban kricik yg tinggi tapi berdebit air sedikit. Coban suko ini justru berdebit deras tetapi tak begitu tinggi, cuma sekitar 6 meteran

Lanjut ke coban berikutnya. Kami harus melipir ke kanan dari coban suko ini. Medan tetap harus menyusuri sungai. Sebelum sampai coban selanjutnya, coban cinde. Kami diharuskan menyebrang sungai dengan melewati pohon tumnang.
Sebelas dua belas dengan coban kricik. Coban cinde ini juga tinggi, tapi debit airnya lebih besar dari pada coban kricik.

Dari coban cinde ini, coban utama yaitu coban jodo sudah terlihat.
Coban jodo. Coban ini yg menjadi tujuan utama jika ingi berkunjung kesini. Tinggi dan berdebit air besar, menjadikan coban jodo ini lebih menarik dari pada coban- coban sebelumnya. Hempasan air tak akan terelakan tatkala kami mendekat ke coban ini. Alhasil pakaian kami basah kuyub. Keunikan dari coban ini. jika di foto dari sudut yg berbeda, seperti berada di coban lain. Padahal masih satu tempat.

dari sebelah kiri.

dari depan
Saat kami berada disini, suasana begitu tenang. Sepi belum ada pengunjung membuat kami betah berada disini. Hempasan air begitu terasa saat kami mendekat ke air terjun. Puas menikmati coban jodo ini kami langsung kembali ke parkiran.
Di parkiran ternyata sudah ada penjaga tiket. Kami terpaksa mengeluarkan uang utuk bayar tiket. Cuma 25k untuk 2 orang 1 motor. Cukup murah, karna satu tiket sudah mendapatkan banyak air terjun.
Kami lanjutkan ke tempat berikutnya, menuju coban pelangi yg tak jauh dari sini, Coban pelangi. Coban ini berada di taman nasional bromo tengger semeru (TNBTS), lebih tepatnya di ds ngadas, poncokusumo, Malang. Coban pelangi memang tak jauh dari coban jodo, itu sebabnya kami sekalian menuju ke coban pelangi.
Tiket masuk ke coban pelangi ini sebesar 35k untuk 2 orang dan 1 motor lalu dilanjutkan berjalan kaki sekitar 1km. Di pertengahan jalan, kami tertarik dengan persimpangan jalan menuju sebuah bukit. Untuk kebukit ini kami harus membayar lagi sebesar 10k utuk 1 orang dan dapat 1 botol air mineral. Di tebing bukit terdapat tulisan “coban pelangi” yg terbuat dari tanaman hias. Dari atas bukit bisa melihat hamparan hutan TNBTS dan juga coban pelangi itu sendiri. Puas diatas bukit, kami turun kebawah menuju dasar air terjun.

Sampai di lokasi, hempusan air menyapa kami, padahal jaraknya masih jauh. Batu yg licin dengan lumut- lumut menyambut kami di kala kami semakin mendekat. Dari sini kami berkenalan dengan @nafilufil, @intansfitri dan kawan- kawan. Pengunjung yg ramai membuat kami tak berlama lama berada di sana. Akhirnya kami pergi meninggalkan lokasi menuju parkiran.

Perut yg tak bisa diajak kompromi membuat kami membeli bakso di sekitaran loket masuk. Lumayan buat ganjel perut. Sehabis kenyang kami kembali pulang menuju Mojokerto.
Sekian cerita perjalanan saya mengexplore coban jodo dan coban pelangi.
Terima kasih..😊😊