Disaat belajar sejarah waktu SD atau SMP sahabat pasti mengenal tokoh pahlawan nasional bernama Dr Radjiman bukan?. Beliau adalah salah satu pahlawan yang jasanya sangat besar dalam membentuk Negara Republik Indonesia. Sebagai ketua BPUPKI di zaman penjajahan Jepang, beliau kemudian menghabiskan masa tuanya di kabupaten Ngawi. Kali ini sahabat akan aku ajak mengunjungi bekas rumah peninggalan Dr. Radjiman di Ngawi, yang saat ini sebagai bangunan Cagar budaya.

BIOGRAFI SINGKAT.
Dengan nama lengkap Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Radjiman Widiyodiningrat. Beliau lahir di Yogyakarta, 21 April 1879. Setelah lulus sekolah kedokteran di luar negeri, beliau kemudian pulang ke Indonesia dan mengabdikan diri sebagai dokter di berbagai daerah di Jawa, tak terkecuali di kec Lawang, Malang (RSJ Dr. Radjiman Widiodiningrat sakarang). Selain sebagai dokter, beliau juga aktif dalam organisasi pergerakan nasional yaitu Budi utomo. Sehingga mengantarkanya sebagai ketua BPUPKI. Setelah kemerdekaan, Dr. Radjiman kemudian menjadi anggota DPR RI. Di masa ini pula beliau pindah dan bertempat tinggal di Ngawi. Beliau selalu pulang pergi Ngawi-Jakarta untuk menghadiri rapat DPR sampai masa tuanya. Beliau wafat di Ngawi, 20 September 1952. Jenazahnya lalu di makamkan di kabupaten Sleman, Yogyakarta.
LOKASI RUMAH DR. RADJIMAN.
Lokasi rumah Dr. Radjiman berada di dsn Dirgo, ds Kauman, kec Widodaren. 30 km dari pusat kota Ngawi. Dari stasiun Walikukun menuju ke arah selatan 50 meter, menuju ke barat, sampai pemakaman umum belok kiri, lurus melewati hutan jati dan sampailah di situs rumah Dr Radjiman. Warga setempat menyebut rumah Dr. Radjiman yang berusia lebih dari satu abad ini dengan sebutan rumah Kanjengan.
MENGHUBUNGI TERLEBIH DAHULU KE PIHAK PENGELOLA.
Jika sahabat ingin mengunjungi Situs rumah Dr. Radjiman ini, sebaiknya sahabat menghubungi pihak pengelola, karena tempat ini tidak selalu dibuka. No yang dapat dihubungi: 085235954755 atas nama Bapak Wagimin selaku ketua RT disana. Rumahnya berada di belakang situs rumah Radjiman. Selain ramah, Bapak Wagimin juga senatiasa menjawab pertanyaan yang sahabat tanyaakan perihal rumah “Kanjengan” ini. Tidak ada tiket masuk ke area rumah Dr. Radjiman ini, Sahabat cukup memberikan uang sukarela kepada Bapak Wagimin selaku penjaga dan perawat Cagar Budaya ini.

ARSITEKTUR RUMAH DR. RADJIMAN.
Meskipun Situs bangunan rumah Dr. Radjiman ini sudah berumur seratus tahun lebih, bangunannya tetap kokoh berdiri. Pelatarannya begitu luas dengan rumah yang tak terlalu besar. Tampak di depan rumah terdapat patung setengah badan Dr. Radjiman dengan bahan tembaga. Rumah ini terbagi menjadi 3 bangunan.

Bangunan pertama adalah ruangan yang berisikan narasi, cerita tentang perjalanan tokoh pahlawan Dr. Radjiman. Terbagi menjadi 3 bilik dengan cerita di setiap dindingnya.
Bangunan selanjutnya adalah bangunan yang menjadi tempat kediaman beliau. Ada beberapa ruangan, antara lain. Ruang tamu, kamar tidur dan salah satu yang menarik adalah ruang kosong yang hanya berisi satu lemari kaca di sudut ruangan dan sebilah tongkat Dr. Radjiman yang di letakan di dinding tembok. Ternyata ruangan ini dulunya juga merupakan kamar tidur. Meskipun berusia ratusan tahun, semua perabotan di dalam ruangan masih asli dan sangat terawat.
Bangunan yang terakhir adalah bangunan yang digunan sebagai ‘garasi’ kendaraan pribadi Dr. Radjiman kala itu. Beliau menggunakan delman sebagai alat transportasi. Dalam ‘garasi’ tersebut sekarang terpajang diorama delman dengan dipasangi patung kuda.
Ok, sekian dulu ripiyu wisata kali ini. Jangan lupa baca juga tulisanku yang lainya ya..Siyu nekstems ..