Explore Jeguran di kaki gunung Lawu

Minggu pagi sekitar jam 7 aku bersama mas Dhanu, kenalan dari Instagram, berencana mengexplore sumber atau mata air yang ada di lereng gunung Lawu.

Rencananya kami akan mengexplore 3 sumber sekaligus. Tapi dalam perjalanan, karena keadaan fisik yang kurang mendukung, nyatanya hanya 2 sumber yang dapat kami kunjungi.

Janjian jam 7 pagi pun molor hingga jam 9. Maklum, jam Indonesia. Karena mas Dhanu bertempat tinggal di Dolopo, Madiun dan aku di Karangjati Ngawi, akhirnya kami putuskan untuk ketemuan di Maospati, Magetan. Sekitar jam 9 kami bertemu , motor mas Dhanu lalu di titipkan di dekat terminal Maospati. Kamipun lanjut berangkat boncengan ke sumber yang pertama.

Namanya sumber Durenan. Bertempat di bumi perkemahan Gendingan. Meskipun bernama Gendingan, bukan berarti berada di kecamatan Gendingan, Ngawi. Melainkan berada di kecamatan Kendal. Lebih tepatnya di desa Sidorejo, kec Kendal, kab Ngawi. Atau di samping SMP 2 Kendal.

Karna kami dari Maospati, jadi kami menuju ke pertigaan PG Purwodadi ke barat. Lalu dari perempatan pasar Simo belok kanan. Menuju ke ds Sidorejo. Untuk lebih jelasnya, kalian bisa Klik disini

Sampai di Buper (bumi perkemahan) banyak sekali anak anak yang berenang di sini. Memang, di sini terdapat kolam renang. Ada 2 kolam renang, satu sedalam pundak orang dewasa dan satunya lagi untuk anak anak. Tak heran jika banyak anak anak berenang disini, disamping tempatnya gratis.kolam renang bernuansa terbuka, langsung menghadap ke alam tanpa sekatan tembok atau sejenisnya, membuat kolam renang ini indah dan segar untuk di nikmati. Apalagi lokasinya berada di kaki gunung lawu.

Meskipun masuk ke bumi perkemahan Gendingan dan berenang di kolam renangnya gratis, sayang sekali tempat untuk ganti pakaian tidak tersedia. Solusi yang kami lakukan adalah ganti di bangunan toilet yang sudah tidak terpakai, yang gak jauh dari kolam renang. Meskipun gak ada pintunya, tapi cukup aman untuk anak cowok.

Air di kolam ini seperti kurang terawat, itu terlihat dari warna air kolam yang hijau karna banyak lumut dan kotoran lainya, seperti daun daun kering. Meskipun begitu, airnya tetep seger kog.

Selesai berenang kalian bisa beli makan atau sekedar membeli cemilan di warung dekat kolam renang. Ya, di dekat kolam renang bumi perkemahan Gendingam ini memang terdapat warung penjual makanan. Jadi jika kalian laper, bisa beli makanan disini.

Sedikit naik keatas sekitar 50 m terdapat sumber mata air bernama sumber Durenan. Sumber mata air ini sangatlah segar, khas pegunungan. Selain untuk mengairi persawahan, sumber ini kelihatannya juga sangat sakral. Itu terlihat adanya bekas bekas lilin yang ada di sekitran sumber Durenan. Apa mungkin saat kami kesini menepati bulan Suro? Kami juga belum tau pasti.

Berbicra tentang sumber Durenan yang airnya untuk mengairi persawaan, memang di sekitar sumber atau lebih tepatnya di bawah dari sumber Durenan ini terdapat persawahan terasering. Uniknya persawahan ini, jika pada umumnya pematang bertanah liat. Tapi tidak dengan persawahan ini. Sawah disini menggunakan tumpukan batu sebagai pematangnya. Mungkin karena tempat disekitaran sini banyak terdapat bebatuan, jadi dimanfaatkan sebagai pematang sawah. Alhasil terasering disini sangat instagenic banget, seperti persawahan kuno gitu.

Puas minkati dan mengexplore bumi perkemahan Gendingan. Kami lanjutkan menuju ke lokasi ke dua, yaitu sumber Sejok. Kami kembali lagi ke Maospati dan kali ini kami berangkat dengan kendaraan kami masing masing.

Sumber Sejok ini berada di ds Krajan, kec Parang, kab Magetan. Itu sebabnya kami mengendarai kendaraan kami masing masing. Sebab mas Dhanu bisa langsung pulang ke Dolopo tanpa harus ke Maospati terlebih dahulu.

Sebenarnya sumber Sejok ini sudah pernah aku datengin dulu. Tapi sayang, karenan longsor kolam di sumber sejok jadi hilang dan tak berbentuk. Hanya tersisa air sedikit. 6 bulanan dari situ aku dapat kabar bahwa sumber Sejok di rehab lagi dan air dapat menggenang layaknya kolam. Keinginanku untuk kembali remedi kesinipun akhirnya terwujud lagi, yang kali ini bersama mas Dhanu.

Lokasi persis sumber Sejok ini berada sebelum SMP 2 Parang (jika dari arah utara), masuk ke kanan jalan kecil. Dari pertigaan ini sudah gak jauh lagi, mungkin 300 m. Di sumber Sejok ini, sama halnya bumi perkemahan Gendingan, tak ada tiket masuk. Parkir kendaraan pun juga gak jauh dari lokasi. Atau bisa kalian Klik sebelah sini

Karena info terakhir yang aku dapat udah di perbaiki dan dapat untuk jeguran, di benaku kondisinya kembali sama seperti pertama sebelum longsor. Tetapi setelah kami datangi ternyata gak seperti ekspetasiku, meskipun udah di rehab, ternyata gak seperti yang dulu.

Kondisi yang sekarang jauh lebih dangkal dan gak sebiru yang dulu. Kedalaman kolam tinggal sepinggang orang dewasa. Itupun di dasar kolam terdapat endapan pasir gitu. Mungkin itu yang menyebabkan kedalaman sumber berkurang.

Tapi gak apa lah, terlanjur sampai sini, nanggung banget kalo gak sekalian nyebur. Toh airnya juga masih tetep bening. Eh, bagi kalian yang berenang di sumber Sejok ini, tetep patuhi pantangan yang ada ya. Sebab ada beberapa pantangan yang harus kalian hormati. Seperti gak boleh nangkep ikan dan cewek gak boleh mandi atau berenang disini.

Untuk menangkep ikan, memang di sumber Sejok ini terdapat banyak ikan. Kurang tau sih jenis ikan apa. Yang pasti ikan ini kecil dan makan kulit2 mati tubuh kami saat berendam di sumber Sejok ini. Dan untuk cewek gak boleh mandi atau berendam di sumber sejok, kami kurang tau. Sebab di dinding batuan tertancap plakat yang bertuliskan seperti itu.

Selesai berenang, kami lanjut pulang. Kami berpisah di perempatan Gorang gareng. Mas Dhanu ke selatan, aku ke utara.

Dah gitu aja ya..

Argo Munung, bekas galian jadi tempat wisata dan wisata baru Cekok mondol|Ngawi

Alhamdulillah, hari raya Idul adha libur kerja 3 hari. Jarang jarang sih bisa libur panjang gini, meskipun pas tahun baru islam besok gak libur karna udah di ganti di hari raya Idul adha ini, tetep syukuri. Karna Idul adha libur panjang, aku sempetin buat pulang kampung ke Ngawi. Pulang kerja jam 11 malam, aku langsung berangkat . Dan sampai rumah sekitar menjelang subuh.

Sesuai judul yang udah aku tulis di atas, kali ini aku akan ajak mengunjungi suatu tempat di daerah Ngawi, bernama Argo munung. Lokasinya berada di ds Karangupito, kec Kendal, kab Ngawi.

Bersama temanku Mega, kami udah merencanakan pergi ke Argo munung ini kapan kapan hari. Syukur bisa terlaksana, karna biasaya aku kalo ngerencanaain pergi ke suatu tempat, ujung ujungnya pasti gagal.

Rencana semula berangkat jam 6 pagi akhirnya harus molor jadi 8 pagi. Karna banyak pekerjaan yang gak terduga duga. Seperti harus ke makam orang tua dulu dan benerin motor. Jadi kami baru bisa jalan sekitar jam 8 pagi

Jarak dari rumah ke lokasi wisata Argo munung sekitar 50 km atau 1 jam perjalanan. Tapi kalo dari pusat kota Ngawi sampai ke Argo munung sekitar 30 km an. Jalannya cukup enak kok. Mungkin hanya jalan masuk ke lokasinya aja yang belum memadai, sekitar 300 m menuju ke lokasi Argo munung masih berupa makadam. Selebihnya sudah bagus.

Tidak ada retribusi masuk ke Argo munung ini. Cuma ditarik parkir 3k untuk sepeda motor dan 5k untuk mobil. Parkirnya pun juga luas, mungkin bisa menampung 10 hingga 15 mobil.

Argo munung sediri dahulu adalah lahan bekas galian batu yang kurang terawat. Atas inisiatif dari para pokdarwis (kelompok sadar wisata) desa Karanggupito, tempat yang dahulu bekas galian diubah menjadi sebuah tempat yang menarik untuk dikunjungi. Apalagi dari tempat ini, perekonomian warga desa Karanggupito dapat terangkat melalui penjualan souvenir penarikan karcis dan lain sebagainya.

Ada hal hal yang menarik di area wisata Argo munung itu sendiri. Atara lain adalah taman bermain, bukit bukit berbatu dan kolam renang. Fasilitasnya pun juga terbilang lengkap, mulai dari gazebo, pendopo, warung makan dan toilet. Dan berikut ini akan aku jelasin satu persatu.

Taman bermain. Di taman bermain Argo munung ini memang gak terlalu lengkap. Tapi cukup lah kalo untuk dapat nyenengin anak anak. Mulai dari jungkat jungkit, ayunan, hingga prosotan ada disini.

Kolam renang. Ini salah satu icon dari Argo munung itu sendiri, yaitu kolam renang.uniknya, kolam renang ini gak berbentuk persegi, melainkan berbentuk seperti motif bekas kaki t-reks gitu. Kedalamanya sekitar 2 m jadi gak bisa buat berenang untuk anak anak. Meskipun gak bisa buat anak anak, sebenernya semenjak adanya pandemi, kolam renang ini udah gak di perbolehkan untuk berenang bagi siapapun juga sih. Sangat sayang sekali ya..

Bukit bukit berbatu. Tempat yang satu ini menjadi tujuan muda mudi buat berswafoto. Terdapat setidaknya 3 spot foto yang ada di bukit bukit berbatu ini. Jalan naik menuju ke bukit berbatu ini juga sudah tertata rapi, di lengkapi tangga yang juga terbuat dari batu. Di atasnya juga tersedia tempat duduk buat nyantai. Dari bukit ini, kalian bisa melihat gagahnya gunung Lawu dan hamparan alam yang ada di bawah.

Fasilitas yang tersedia di Argo munung ini antara lain ada gazebo. Ada beberapa gazebo disini, cocok di gunakan untuk bersantai bersama keluarga. Lalu ada pendopo, jika kalian mempunyai perkumpulan yg ingin melakukan rapat atau sebagainya, di pendopo ini dapat digunakan. Tapi sebelumnya izin dulu.

Argo munung ini buka 24 jam. Jadi selain siang, kalian juga bisa melihat indahnya suasana di malam hari. Gak cuma itu, kalian juga bisa ngecame di lokasi Argo munung ini.

Setelah puas dengan Argo munung. Kami lanjutkan menuju ke destinasi selanjutnya, yaitu Cekok dodol

Cekok dodol adalah sebuah mata air yang berada tidak jauh dari Argo munung. Lokasinya berada di ds kec Kendal. Tempat yang satu ini belum banyak orang yang tau. Untuk lebih jelasnya, kalian bisa Klik disini untuk lokasi persisnya.

Cekok dodol mempunyai sebuah mata air yang di tampung dan dialirkan ke kolam kolam yang ada di dekatnya dengan menggunanakan pipa besi. Ada 3 kolam di area cekok dodol ini. 1 kolam untuk kolam irigasi bagi persawahan sekitar dan 2 kolam lagi untuk kolam renang.

Sayangnya Cekok dodol ini belum seratus persen rampung digarap. Jadi saat kami kesini belum ada tiket masuknya. Tapi kedepaanya menurut info yang aku dapat, cekok dodol ini akan serius digarap pemkab Ngawi. Sehingga kedepannya akan menjadi destinasi andalan dari kecamatan kendal dan kabupaten Ngawi.

Udah segitu dulu ya cerita kali ini. Tak bobok dulu.. Mikummm..

Sendang Gede, Telaga Biru dari Ngawi

Asalamualaikum cah..

Kali ini ceritanya masih ngelanjutin perjalanan dari Ranu Genengan ya. Jika kalian belum membacanya, sok dibaca.. Heha, Klik disini

Dari Ranu Genengan kita lanjut ke Sendang Gede. Lokasinya berada tak jauh dari Ranu Genengan itu sendiri. Di dusun Genengan, ds Bringin, kec Bringin, kab Ngawi. Mungkin sekitar 300 m dari Ranu Genengan, atau sekitar 5 menit perjalanan kaki kearah timur.

Jika kalian masih bingung, aku akan kasih lokasinya. Klik disini, bukan yang atas

Sendang Gede sendiri adalah sebuah sumber mata air yang di keramatkan oleh wagra sekitar. Keunikan sendang ini sendiri adalah airnya yang jernih. tak hanya jernih, tapi juga berwana biru seperti danau kaco di kerinci, sumatra. Jadi kalian gak usah jauh jauh main ke sumatra jika ingin menikmati seperti danau kaco, di Ngawi pun juga ada.

Tapi sayang disaat kami sampai disana, ternyata airnya kotor. Permukaan airnya tertutupi oleh daun daun kering. Daun daun kering ini berasal dari pohon trembesi yang tumbuh di samping sendang. Tau sendiri dong, daun trembesi gimana? Iya, daunya kecil dan banyak di setiap tangkainya. Seperti daun lamptoro lah, tapi sedikit gede. Jadi di semua permukaan air Sendang Gede itu tertutupi oleh daun daun Trembesi gitu. Jadi jelek kan ya, kalo buat foto foto.

Terpaksa kami bersihakan deh Sendang Gedenya. karna takut tenggelam, kami mencari ranting pohon guna membersihkan permukaan air Sendang. Daun daun kering itu kami buang ke saluran pembuangan, menuju ke parit gitu. Sekitar setengah jam membersihkan sendang, daun daun kering itu baru bisa terbuang semua dengan sempurna (dah kayak demian aje), capek juga ternyata. Demi sebuah foto, kami rela membersihkan sendang. Haha, eh iya, itu juga demi memperkenalkan tempat ini juga sih.. Hehe

Eh, di tengah membersihkan Sendang, datanglah kakek kakek dengan bertelanjang dada menghampiri kami, sepertinya kakek ini adalah warga sini. Beliau bertanya kepada kami, maksud dan tujuan kami datang kesini. Kamipun ya jawab jujur aja, buat foto foto, ya kali cari pesugihan.. Haha.

Foto yang belum editan
Foto yang sudah editan

Kalian juga bisa lihat videonya di chanel youtube ku: Telaga biru sendang Gede || Bringin, Ngawi

Dari kakek ini kami banyak memperoleh informasi dari sendang Gede ini. Mulai dari namanya sendiri (sebelumnya kami gak tau nama sendang ini) sampai lokasi penghuni mahluk astral di tempat ini. Oke, mari kita jabarin satu persatu..

Ada sekitar tujuh sendang atau mata air yang ada di sekitaran sini. Dari ketujuh sendang ini, sendang Gede lah yang paling besar mata airnya. Itu sebabnya disebut Sendang Gede, Gede (besar). Tapi sayangnya, dari ketujuh sendang ini ada beberapa yang sudah tidak aktif. Faktor yang mempengaruhinya antara lain karna, sumber yang udah tertutup oleh tanah dan tanaman semak belukar yang sangat banyak

Menurut penuturan kakeknya, sendang Gede ini biasanya di bersihkan saat acara bersih desa, sekitaran bulan Agustus. Warga sekitar rame rame membersihkan sendang dengan cara terjun kedalam sendang. Gak satu atau dua orang saja yang membersihkan, tapi ada seratus orang lebih. Padahal diameter sendang gak begitu luas, tapi bisa muat segitu banyaknya ya.

Tempat ini jika di rawat dan dikembangkan sebagai tempat wisata, saya rasa sangat cocok sekali. Apalagi banyak ditumbuhi pepohonan yang pastinya adem banget kalo buat sekedar nongkrong bareng keluarga. Ditambah air sendang yang sangat biru, uh.. Recomend banget. Paling enggak pembangunan jalan di area sendang lah.

Mungkin itu dulu tulisanku, jangan lupa tonton juga videonya di youtubeku ya.. Hihi

Wasalamualaikum..

Ranu Genengan. Wisata bekas galian, anti Lockdown

Asalamualikum temen temen.

Gimana kabarnya, masih sehat kan? Udah hafal berapa gaya rebahan nih? Haha, bercanda. Lama juga ya gak keluar rumah. Apalagi pemerintah menghimbau untuk tetap #dirumahsaja. Belum lagi semua tempat wisata juga di tutup sampai sekarang, jadi tambah bosen kan dirumah.

Untuk itu aku akan menceritakan perjalanan ku menuju “tempat wisata” yang anti lockdown, anti tutup tutupan klub. Meskipun sebenarnya ini bukan tempat wisata. Hehe. Namanya Ranu Genengan. Ranu Genengan ini berada di dsn Genengan, ds Bringin, kec Bringin, kab Ngawi

Sebenernya, ada banyak nama untuk tempat ini sih. Ada yang menyebutnya wisata Lemah Putih, jurang krowak dan felling goodnya Ngawi. Kalo untuk nama Ranu Genengan sendiri nih emang aku namain sendiri.. Hehe

Aku janjian sama rekan seperjalananku, Triono. Di malam minggu, saat kami sepedaan. Maklum lagi rame ramenya bersepeda. Rencana berangkat pagi banget pun gagal karna aku bangun kesiangan. Wong pulang dari bersepeda aja jam setengah 12 malam, belum lagi laper cari makan. Wes udah lah lupakan.

Singkat cerita kami berangkat jam 8 pagi, yang semula pengen nyunrise pun gagal. Jarak dari rumah sampai lokasi Ranu Genengan ini sekitar 20 menitan pake sepeda motor. Jalanya beraspal kok. Mungkin cuma 500 meter aja yang jalan makadam, itupun udah hampir sampai lokasi

Di lokasi ini sendiri terdapat warung makan. Jadi kalian gak usah kawatir kehausan atau kelaparan. Untuk masuknya pun juga gratis. Perihal lokasi masih aktif sebagai galian atau udah nonaktif itu masih simpang siur ya. Soalnya kata pemilik warung masih bisa ambil tanah dari sini dgn harga harga tanah satu truk gitu, tapi kalo aku lihat gak ada alat berat seperti bego, truk berada di lokasi tuh.

Ok, lanjut.

Habis markir motor di sebelah warung, kami langsung cari spot foto yang menarik. Berjalanlah kami menuju atas. Bentar, tak kasih gambaran sedikit. Tempat galian ini nih luas dan di tengah ada genangan airnya gitu. Kedalamanya sih bermacem macem, ada yang cuma sedengkul dan ada yang kayaknya dalem banget. Meskipun begitu, demi keamanan, plis jangan berenang disini. Malu dong kalo pulang pulang tinggal nama doang.. Haha.

Kembali mencari spot foto yang tadi. Setelah berjalan kaki sekitar 5 menit, akhirnya kami sampai di lokasi spot yang kami tuju. Oh ya, sebaiknya kalian kalo kesini pagi banget, sekitar jam 6 pagi. Wong aku sampai sini jam 8 aja udah panasnya minta ampun. Ada 2 spot yang kami coba explore.

Dan ini adalah foto fotonya.

Spot pertama
Spot kedua

Tetep hati hati ya dalam berfoto. Karna memang ini bukan tempat wisata, jadi jika terjadi apa apa ya gak ada asuransinya. Oh ya, meskipun tempatnya masih sepi, jangan buang sampah sembarangan ya.

Setelah dari sini, kami lanjutkan ke destinasi selanjutnya. Gak jauh sih dari ranu genengan ini. Tapi masih tak simpen dulu tulisanya, tak kasih karbit biar mateng.. Haha.

kalian juga bisa banget liat videonya di chanel youtubeku: ay aik ( https://youtu.be/HN-nJNYR-UY )

Sekian tulisanku kali ini. Wasalamualaikum temen temen.. Hehe

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai