Reunian kita: malam tahun baru di paralayang Ngawi

Dari Sumber sendang, kami melanjutkan perjalanan ke tempat berikutnya, yaitu paralayang yang berada di kab Ngawi. Langit yang semula mendung, kini berganti hujan. Hujan yang tidak menentu membuat kami beberapa kali berteduh. Terhitung saat melintasi di Kendal dan di Jogorogo.

Belum sampai di lokasi, kami terlebih dahulu mengambil tenda yang udah saya sewa kapan hari. Lokasinya berada di jalan yang searah menuju air terjun pengantin.

Perut yang sudah lapar memaksa kami untuk berhenti di warung makan yang berada di sekitaran Ngrambe. Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan.

Pinter pinter cari tempat,lokasi ini berada di belakang warung yang kami singgahi.

Lokasi bukit paralayang sendiri berada di gunung Gede, desa wonosari, kec Sine. jika dari Sine, ambil arah ke wisata watu Jonggol. Dari pertigaan ke Watu jonggol masih lurus sampai pasar Wonosari. Dari sini ambil arah ke kiri, hingga sampai pertigaan. Dari pertigaan ambil kanan ke jalan cor-coran. Nah, ikuti jalan sampai menemukan plang ke paralayang. Jalanya dari sini berubah jadi jalan tanah. Meskipun jalanya susah, tetapi pemandangannya begitu indah.Atau bisa klik disini untuk lokasi mapsnya.

Kanan kiri jalan berupa hamparan kebun teh. Memang, jika di tarik garis lurus, lokasi Paralayang ini dekat dengan Kebun teh Jamus. Mungkin masih satu pengelola kali ya.

Jam 16.00 kami sudah sampai lokasi. Untung hujan yang mengguyur kami saat masih di perjalanan sudah reda, sehingga kami bisa mendirikan tenda. Tak lama setelah tenda berdiri, hujanpun kembali turun.

Bodohnya setelah sampai lokasi, kami lupa tidak membeli perbekalan terlebih dahulu. Jangankan roti atau sejenisnya, air mineral pun lupa membelinya. Untung adiknya Eng membawa roti kecil satu bungkus dan dua buah pir. Itupun saya hanya memakan 2 3 gigitan. Tapi gak papalah, itung-itung puasa di malam pergantian tahun 😁😁.

Hujan rintik- rintik yang gak reda- reda membuat tidur lebih awal. Sekitar jam 23.00, kami terbangun karena mendengar segrombolan motor yang datang. Ternyata mereka juga ingin merayakan tahun baru disini.

Mereka lebih terorganisir dan niat sekali dengan perayaan tahun baru ini, mulai dari kembang api dan alat panggangan. Gak seperti kami yang gak membawa apa-apa 🙈🙈.

Disaat detik- detik pergantian tahun, kembang api mulai terlihat di bawah. Begitu pula di balik bukit, kembang api terdengar begitu meriah. Mungkin lokasinya berada di paralayang Segoro Gunung, Jenawi, Karanganyar. Memang lokasi ini perbatasan langsung dengan kab Karanganyar.

Setelah jam pergantian tahun selesai, sekitar jam 01.00 anak-anak yang baru datang tadi kembali turun. Mungkin meraka anak-anak sekitar sini.

Pagi telah datang, dan kabut yang masih menyelimuti bukit membuat kami enggan beranjak dari tenda. Setelah kami keluar tenda, ternyata masih ada satu tenda dengan satu motor dengan plat nomor merah. Disaat kami berfoto-foto, meraka keluar dari tenda. Ternyata meraka adalah anggota dari paralayang Ngawi yang ingin terbang di hari itu. Tetapi angin yang kurang menentu membuat meraka membatalkan penerbangannya.

Oh iya, bukit paralayang ini juga bakal digunakan untuk Even Festival paralayang dan liga Jatim seri 1, merebutkan piala bupati Ngawi Open 2020. Acara di selenggarakan pada Februari 2020.

Kamipun turun dari bukit, tapi terjadi satu masalah dengan motornya Eng, ban nya bocor. Akhirnya kami mencari tambal ban yang berada di sekitar desa Wonosari. Setelah selesai, kami melanjutkan perjalanan pulang.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai