Akhir tahun 2015 aku dan aris pergi ke lumajang. Salah satu kabupaten di jawa timur yg menyimpan banyak sekali pesona alamnya. Belum banyak yg tau, karna wisata wisata di lumajang tergolong masih baru, terutama di kecamatan pronojiwo. Ya, tidak hanya wisata B29 saja yg menjadi andalan wisata di lumajang,tapi di pronojiwo pun sekarang mulai menjadi magnet bagi para wisatawan yg ingin mengunjungi lumajang. Oke, kali ini saya akan bercerita sedikit tentang perjalanan saya menyusuri wisata wisata yg ada di kecamatan pronojiwo lumajang..
Libur natal tahun baru sudah tiba, sebelum pulang kampung keinginan untuk liburanpun muncul di benaku,liburan kali ini jatuh ke pronojiwo kab lumajang. Cari teman dulu untuk di ajak liburan, dan akhirnya dapat satu orang. Oke, kami pun berangkat dari surabaya ke lumajang naik bus via pasuruan probolinggo. Sebenarnya sih lebih dekatan via malang, karena pronojiwo itu perbatasan langsung dengan kec ampel gading malang. dgn alasan belum pernah lewat daerah probolinggo apa salahnya lewat jalur ini.
Kembali ke pembicaraan, kami berangkat dari terminal bungurasih sekitar jam 10 malam dgn asumsi sampai di lumajang pagi, eh ternyata sampai di terminal lumajang jam 2 dini hari, jadi istirahat dulu deh di terminal lumajang. Sebelum istirahat kami ngopi dulu di sekitar terminal, kata pak si penjual kopi, biasanya bus yg ke pronojiwo mulai narik sekitar jam 4 pagi. Selesai ngopi kami pun tidur di mushola terminal. belum bisa memejamkan mata, eh di samperin sama seseorang, ternyata dia adalah si kernet bus yg mau menuju ke malang tp padahal masih sekitar jam 3 lo itu, akhirnya kami pun berangkat dengan bus itu. Sebelum sampai di lokasi busnya pun ngetime di terminal pronojiwo, kamipun turun sebentar ngliatin gunung semeru yg begitu gagahnya ngluarin asap, selesai ngetime bus kembali narik lagi. sampai di lokasi sekitar jam 5 pagi.
Lokasi pertama yg kami kunjungi adalah air terjun kapas biru, sampai lokasi kan pagi sekali, otomatis penjaga tiket masuk pun belum ada dan kami gk bayar tiket masuk deh akhirnya..hege. di tanyain juga sama embah embah yg bersihin pekarangan rumahnya, kog pagi pagi sekali nak..kami hanya menjawab iya mbah..hege.
mungkin karna hujan tadi malam jalanan menuju lokasi air terjun menjadi licin. Perjalan dari mulai pejaga tiket sampai ke air terjun pun cukup menguras tenaga. dari melalui perkebunan salak, sawah sawah penduduk sekitar hingga sungai yg airnya biru..wow..tapi semua itu terbayarkan dengan sebuah air terjun tunggal yg begitu indah. Sampai lokasi pun belum ada pengunjung yg datang, maklum kami datangnya kepagian..hege.

Air terjun kapas biru
Kapas biru, kebiru biruan juga sih airnya
Puas cekrek cekrek, perutpun gak bisa di ajak kompromi. untung kami membawa roti buat ganjal perut. Sekitar jam 7 pagi kamipun kembali. Gk seperti pas kami berangkat menuju air terjun, saat kembali ini rasanya berat banget karna belum sarapan. Mungkin bekal yg tadi kami makan udah di proses jadi energi yg terbuang di atmosfer bumi kali ya. eddahh..hege. di tengah perjalanan kami menemui juga para pengunjung yg baru mau baru juga ya wisata ini, pikirku.
Sebelum ke wisata selanjutnya yaitu goa tetes kami nyempal dulu ke warung makan yg tak jauh dari air terjun kapas biru untuk sarapan. Selsai sarapan kami lanjutin ke goa tetes. Menurut google sih jarak kapas biru sampai goa tetes sih gak terlalu jauh, cuma 2 km’an. Jadi kita putuskan untuk jalan kaki saja.
Di tengah perjalanan tepatnya di depan polsek pronojiwo kami dipanggil bapak bapak di tepi jalan. dia bilang mau kemana?, ke goa tetes kataku. Akhirnya bapak itu pun mengantarkan kami ke goa tetes dgn montornya. Sampai di lokasi kamipun memberinya 15ribu. Track ke goa tetes ini gak jauh beda dgn track ke kapas biru, tapi jalan disini sudah tertata rapi, mungkin karna objek yg udah lama kali ya. Objek goa tetes ini bersebelahan langsung dengan air terjun tumpak sewu, jadi setelah puas meng-explore goa tetes kami dpt langsung meng-explore tumpak sewu. Ibaratnya sekali dayung dua tiga pulau terlampaui..hege. kenapa disebut goa tetes? Karena goa ini di aliri air layaknya air terjun yg di dalamnya terdapat goa. Goa tetes sendiri tdk cuma terdapat hanya satu, tetapi banyak goa dalam satu tempat.

Kalo ke atas ke goa tetes, ke bawah ke tumpak sewu
Puas nenikmati goa tetes, kami langsung menuju ke tumpak sewu. Dari goa tetes kami pun menuruni air terjun yg jalananya licin. Untung terdapat tali yg udah di sediakan oleh warga, tapi kami tetap berhati hati. Selanjutnya kami menyusuri sungai, di tebing tebing sungai ini pun terdapat air terjun air terjun mini.

Di sepanjang jln menuju tumpak sewu via goa tetes. ini bukan lg pipis..hege
Gak terasa sampailah kami di tumapak sewu.sebelum kita masuk wilayah tumpak sewu kita harus membayar lagi. Air terjun ini termasuk baru. Tak heran fasilitas fasilitasnya masih seadanya. Jika air terjun kapas biru merupakan air terjun tunggal berbeda dengan air terjun tumpak sewu, air terjun ini merupakan kumpulan dari banyak air terjun, Layaknya air terjun niagara di amerika serikat. Namanya aja tumpak sewu, seolah olah ya kyk seribu air terjun gitu. Tumpak sewu sendiri di kelilingi oleh tebing tebing tinggi

View tumpak sewu dari bawah
Puas nikmatin view dari bawah kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke atas. Dari bawah kami menaiki tangga yang terbuat dari bambu. Tangga ini hanya dapat di lalui oleh satu orang, jadi jika kita ingin ke atas dan ada pengunjung yg ingin ke bawah salah satu harus mengalah.

Jln menuju ke atas air terjun.

Tumpak sewu view atas
Udah puas melihat view dari atas, saatnya kami untuk pulang. Gk Terasa jam udah nunjukin pukul 11.30 dan kami belum juga ngeliat bus jurusan malang lewat. Sempet nanya penduduk sekitar katanya sih sebentar lagi juga datang, eh bener juga. Tak lama setelah itu bus datang..cukup sekian ceritaku di pronojiwo.
Terina kasih untuk:
bapak penjual kopi
Ibuk penjual nasi
Bapak yang nganterin ke goa tetes
Ibuk yg kami tanyain bus
Dan untuk PRONOJIWO terima kasih untuk alamnya…
Oh ya, terima kasih juga ya untuk mampir di blogku..hege.