Assalamualaikum…
Hoe cah, apa kabs nih.. Di new normal ini udah piknik kemana aja? Objek wisata udah banyak yang buka tau..tapi tetep patuhi protokol kesehatan juga pas berwisata..
Kalo masih bingung, aku punya tempat yang recomend banget. Apalagi buat kalian yang stay di daerah tapal kuda Jatim. Nama tempatnya adalah Air terjun Tirai Bidadari. Lokasinya ada di desa Jangkang, kec Tiris, kab Probolinggo
Nah gini nih, tak ceritain pengalamanku mengunjungi Air Terjun Tirai Bidadari ini..
Aku berangkat bersama Jeri, temen satu kosku sekitar jam 9 pagi dari Ngoro, Mojokerto. Mungkin sekitar 3 jam perjalanan dah sampai lokasi Air Terjun. Karna memang baru pertama kali kesini, pasti aku ngandelin google maps dong. Tau sendiri anak milinials.. Hehe. Tapi entah mengapa ni google ngejerumusin lagi ngerejumusin lagi. Yohh diprank google maps teroooss. Huu
Awalnya sih jalan aman aman aja, melewati jalan desa, naik turun dengan vegetasi tumbuhan yang rapat gitu. Eh.. Lama kelaman jalanya hancur banget. Mending kalo jalan tanah, ini jln aspal second yang tinggal bebatuan coy. Terus ngelewatin desa yang namanya WEDUSAN dan emang, jalanya kayak Wedos tenan!! Haha, becandaan kami saat lewati jalan ini.
Udah lama melewati jalan jelek ini, kok perasaan gak nyampe nyampe. firasatku dah gak beres nih. Apalagi ditengah hutan yang otomatis gak ada sinyal. Untung ada orang yang lewat, kami tanyain deh. Kata orang tersebut kami salah jalan. “Memang bener bisa sampai ke air terjun dengan rute pendek, tapi ya seperti ini jalanya”. Kalo jalan yang lebih enak sehatusnya muter, lewat Ranu Segaran, lanjut orang tersebut. Akhirnya kami disuruh melanjutkan perjalanan lagi, karna memang sudah deket dengan jalan yang lebih layak. Terima kasih mas.. Hehe
10 menit berjalan, akhirnya nemuin jalan yang layak. Tapi gak selang beberapa lama, eh di petunjuk arahnya menuju ke jalan pekarangan gitu. Melewati jalan setapak dengan kebun kebun milik warga sekitar. Ada kopi, sengon, jagung, dll. Jalan setapak ini berjarak 1,1 km. Tapi jalan ini lebih mendingan dari pada jalan yang rusak tadi kami lewati. Oh iya, jika kalian kesini pake mobil, truk, dokar dan apalah itu selain kendaraan roda dua, kendaraan bisa kalian parkir di halaman masjid sebelum gang kecil. Lalu kalian bisa ngojek dengan biaya Rp 20.000 pp.
Setelah sampai, kami disambut sama pengelola wisatanya yang gak lain warga sekitar sendiri. Di tempat ini belum ada Tiket masuk, cuma parkir Rp 2.000 aja. Karna memang Air terjun Tirai Bidadari ini baru dibuka, sekitar bulan Februari yang lalu. Meskipun baru dibuka, diparkiran udah ada warung kok. Jadi yang lupa bawa perbekalan gak usah kawatir deh. Warganya juga baik baik banget. Meraka biasa mengantar pengunjung seperti kami sampai ke lokasi Air terjun. Mungkin kurang lebih 20 menitan, berjalan dengan medan menurun sudah sampai di lokasi air terjun. Btw Bapaknya gak munggut biaya untuk jasa guide ini, tapi jika kalian ingin ngasih uang tips juga monggo..


Tonto juga videonya di chanel youtubeku: Air terjun purba tirai bidadari
Sebenernya nama asli air terjun ini adalah Air terjun purba Tirai Bidadari. Kenapa ada sebutan purba? Karna batuan batuan yang ada di air terjun ini di perkirakan berumur ribuan bahkan jutaan tahun. Nah, di bagian dalam batuan batuan tersebut di huni ribuan kelelawar, jadi kalian harus hati hati dengan ranjau atau eek kelelawar yang ada di sekitaran air terjun. Selain eek kelelawar, yang perlu kalian berhatikan juga adalah tentang menggunakan alas kaki. Gunakan alas kaki yang anti selip, sebab batuan batuan disini sangatlah licin.
Mengalir di sepanjang dinding dinding sungai, air terjun ini memiliki sekitar 17 titik mata air yang membentuk air terjun itu sendiri. Gak cuma itu, di atas air terjun ini juga terdapat air terjun lagi dengan kolam dibawahnya yang bisa untuk berenang, tapi gak terlalu deres sih. Jika kalian ingin berenang di kolam yang di atas tersebut, lewatnya bukan dari loket yang tadi kami masuki. Melainkan dari seberang sungai. Oh iya, perlu kalian tau, lokasi air terjun ini memang berada di 2 perbatasan desa. Antara desa Jangkang dan desa Ranugedang. Ada juga sih jalan yang dari Ranugedang, tapi lebih extrime. Makanya kami lebih memilih lewat dari desa Jangkang ini.
Seberes berfoto foto di air terjun, kami lalu menuju ke atas lagi. Ngobrol sebentar dengan pengelolanya, tentang wisata Air terjun Tirai bidadari ini. Setelah itu kami pamitan dan melanjutkan explore tempat yang yang ada di kab Probolinggo, terutama di kec Tiris ini.
Bersambung..