Kecamatan Ngoro adalah salah satu kecamatan yang berada di kabupaten Mojokerto. Kecamatan Ngoro berjarak sekitar 10 km dari kecamatan Mojosari (pusat pemerintahan kabupaten Mojokerto). Di kecamatan ini terdapat kawasan industri yang lebih dikenal dengan nama NIP (Ngoro Industrial Park), tak heran jika banyak pendatang dari luar wilayah kabupaten Mojokerto yang tinggal di daerah sekitar NIP untuk mengadu nasib. Selain terkenal dengan kawasan industri, di Ngoro juga terdapat tempat – tempat yang menarik. Apalagi untuk para pekerja pabrik di NIP yang lelah setelah 6 hari bekerja, waktunya menjernihkan pikiran, piknik tipis – tipis melupakan sejenak rutinitas yang ada. Tidak ada salahnya jika kalian datang ke tempat – tempat berikut. Selain jarak yang dekat, tempat- tempat berikut terjangkau di kantong. Ini dia 7 tempat menarik yang wajib dikunjungi di kecamatan Ngoro, kabupaten Mojokerto:
1.CANDI JEDONG.

Candi Jedong terletak di desa Wotamas jedong kecamatan Ngoro, ditengah perkampungan dilereng gunung Penanggungan. Jika kalian ingin menuju ke candi Jedong, kalian harus masuk kawasan NIP lalu menuju ke desa Wotamas Jedong. Jangan heran jika sebagian pekerja pabrik di kawasan NIP mengenal tempat ini. Candi Jedong adalah candi yang berupa 2 gapura yang berbeda ukuran. Gapura sisi selatan lebih besar dibanding dengan gapura sisi selatan. Kedua gapura terhubung dengan dinding batu bata. Candi ini diperkirakan berdiri pada abad ke 14. Tak ada tiket masuk untuk ke candi Jedong, hanya bayar parkir sepeda motor sebesar Rp. 3000.
2. CANDI BANGKAL.

Sama-sama berupa candi, tempat menarik yang wajib dikunjungi di Ngoro selanjutnya adalah candi Bangkal. Terletak di dusun Bangkal, desa Candiharjo, kecamatan Ngoro. Berbeda dengan candi Jedong yang berada di dataran tinggi, candi Bnagkal justru berada di dataran rendah, dipinggir sawah. Candi peninggalan kerajaan Majapahit ini di bangun menggunakan batu bata merah, tak jauh berbeda dengan candi – candi yang ada di daerah Trowulan. Setiap musim panen tiba, warga desa melakukan acara sedekah bumi di area candi, sebagai rasa syukur terhadap pemberian dari sang pencipta. Selain bangunan candi, terdapat pula makam para leluhur desa Candiharjo yang di makamkan di samping candi Bangkal. Tidak ada HTM untuk kesini.
3. SUMBER WULUH.


Sumber wuluh adalah sebuah sendang atau mata air yang airnya ditampung menyerupai kolam. Sumber wuluh berlokasi di dusun Sidorejo, desa Wonosari, kecamatan Ngoro. Terdapat 2 kolam yang hanya dibatasi oleh sebuah talut. Masing – masing kolam mempunyai karakteristik yang berbeda. kolam pertama sebagai sumber mata air (sendang) dengan pepohonan tua yang rindang di sekitarnya, sedangkan kolam yang ke dua adalah lanjutan dari sendang (kolam pertama) yang areanya lebih luas dan terbuka. Kalian dapat menjumpai banyak ikan – ikan hias warna warni di sumber Wuluh ini. Eits, tidak untuk dipancing lo ya. Tapi hanya boleh dikasih makan saja. Tenang, di lokasi terdapat penjual pakan ikan kok, Cuma Rp. 1000 kalian sudah bisa memberi makan ikan – ikan yang ada disana. Terdapat pula makam sesepuh desa yang di makamkan di dekat sumber Wuluh ini, jadi kalian harus tetap beretika baik saat berkunjung kesini. Setiap satu tahun sekali selalu diadakan acara bedah sumber di sumber Wuluh ini. Untuk tiket masuk, kalian cukup membayar Rp. 2000 untuk parkir.
4. SUMBER GADUNG.

Selain sumber Wuluh, di Ngoro juga terdapat sumber Gadung yang sudah dikelola terlebih dulu. Berlokasi didesa Watesnegoro kecamatan Ngoro, perbatasan dengan kabupaten Pasuruan. Sumber air disini lebih deras debit airnya. Sama halnya dengan sumber Wuluh, sumber Gadung juga terdapat banyak ikan – ikan. Tapi ikan – ikan disini tak berwana warni, melainkan berwana hitam. Meskipun begitu air di sumber Gadung ini lebih jernih kebiru biruan. Disamping sumber Gadung terdapat tempat yang digunakan mandi dan cuci pakaian warga sekitar. Airnya juga bersumber sendiri, jadi dijamin segar sehabis mandi dari sini. Di depan sumber Gadung terdapat toko yang menjual pakan ikan jika kalian ingin memberi makan ikan – ikan di sumber Gadung. Tidak ada HTM untuk masuk ke sumber Gadung.
5.PUTHUK KEMBANG.


Puthuk kembang adalah sebuah bukit yang berada di lereng gunung penanggungan. Tepatnya berada di desa Kunjorowesi kecamatan Ngoro. Dari Alfamart Manduro masuk ke utara menuju ke desa Kunjorowesi. Dari pertigaan Kunjorowesi belok ke kiri, nah dari sini sudah ada petunjuk arahnya kok. Jika masih bingung, kalian bisa lihat dipencarian google maps dengan kata kunci “puncak phutok kembang”. Tidak ada tiket masuk ke tempat ini, hanya parkir motor sebesar Rp. 5000 di dekat warung. Dari parkiran kalian harus berjalan sekitar 5 menit hingga sampai lokasi. Terdapat spot foto seperti rumah – rumahan, kincir angin bahkan sapu terbang. Tempat ini sangat cocok jika dikunjungi pada malam hari. melihat gemerlap lampu dari atas, seperti layaknya wisata di bukit bintang Jogja ataupun paralayang di Batu, Malang. Tenang, tempatnya buka 24 jam kok.
6.PUTHUK KEMBAR.

Kalau tadi Puthuk kembang, sekarang puthuk kembar. Masih berada di desa yang sama, desa Kunjorowesi. Tetapi lokasinya berada di bawah dari puthuk kembang. Jika Puthuk kembang dari pertigaan Kunjorowesi belok ke kiri, Puthuk kembar ini kebalikanya, dari pertigaan Kunjorowesi belok ke kanan. Rutenya lebih singkat dibanding dengan Puthuk kembang, tetapi saat mendekati lokasi jalannya lumayan terjal, harus melewati sungai kecil yang kering. Kalian harus berhati – hati. Jika masih bingung bisa cari lokasinya di google maps dengan kata kunci “puncak phutuk remena kembar wangi”. Dengan membayar parkir Rp. 5000 kalian sudah dapat menikmati view Puthuk kembar. Jika kalian ingin kesini lebih baik disaat matahari terbit, apalagi disaat musim penghujan. Karena saat musim penghujan kalian bisa melihat kabut dibawahnya seperti negeri diatas awan. Dari sini kalian bisa melihat galian – galian tambang sirtu, kawasan NIP, kali porong. Bahkan lumpur panas Lapindo bisa terlihat jika cuaca sangat cerah. Tapi tetap hati – hati ya, pasalnya spot untuk rumah pohon tak ada pembatasnya. Jadi utamakanlah keselamatan kalian.
7. JEMBATAN SUTAM.

Jembatan Sutam adalah jembatan penghubung antara dua wilayah, yakni desa Candiharjo, kecamatan Ngoro, kabupaten Mojokerto dengan desa Tambakrejo, kecamatan Krembung, kabupaten Sidoarjo. Jembatan yang berdiri di atas kali porong ini mempunyai panjang sekitar 170 m. Selain sebagai penghubung antar wilayah, jembatan Sutam ini sangat cocok untuk dijadikan tempat berswafoto. pasalnya jembatan ini terbuat dari kayu yang terapung, dibantu dengan drum plastik dibawahnya. Pemandangan kali porong dan gunung Penanggungan, membuat tempat ini ramai dikunjungi. Kalian harus membayar Rp.4000 untuk berswafoto atau sekedar menyebrang jembatan. Karena pembangunan jembatan ini adalah swadaya dari masyarakat sekitar.
Sebenarnya masih ada satu lagi tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Ngoro, yaitu Ranu Manduro yang berada di desa Manduro. Dulu sempat pernah viral, tapi karena sesuatu hal, tempat ini akhirnya ditutup permanen. Jadi tidak saya tulis dalam tulisan ini.

Sekian tulisan dari saya, jika kalian kebetulan berada di kecamatan Ngoro atau sedang bekerja di kecamatan Ngoro jangan lupa berkunjung ke tempat – tempat yang sudah saya bahas diatas. Atau malah kalian sudah pernah ke salah satu tempat di atas? Sebutin di Comment dong..