Jika di Bali ada wisata Tegalalang yang terkenal akan persawahan teraseringnya. Di Mojokerto juga gak mau kalah lo, tepatnya ada di kecamatan Trawas. Parahnya lagi gak cuma satu tempat aja, tapi ada beberapa tempat persawahan yang menarik untuk dikunjungi. Sebagian sudah dikelola oleh warga, namun sebagian belum dikelola. Gak sabar kan lihat tempatnya. Eits, tapi jangan keluar rumah dulu, tetap dirumah untuk menghambat penyebaran virus corona (karena tulisan ini dibuat saat pandemik virus corona berlangsung).
Persawahan villa HMD.
Sebenernya sih ini adalah sebuah villa dengan view sawah. Meskipun tak bermalam di villa, kalian bisa mengunjunginya hanya untuk sekedar berenang saja. Ya, didalam villa ini terdapat kolam renang dengan view langsung persawahan. Selain itu, terdapat juga tempat khusus untuk selfie. Masih ingin cari yang lebih hemat? Ya langsung aja di persawahan yang ada di belakang villa aja, dijamin gratis tak dipungut biaya. Kendaraan bisa diparkir di warung makan sebelah villa. Selain view terasering persawahan, kalian juga bisa melihat kota Mojosari dan sekitarnya. Oh iya lupa, lokasi persawahan ini ada di villa HMD. Ds Seloliman, kec Trawas. Jika dari Mojosari, kalian bisa menuju arah ke Jolotundo. Sebelum sampai Jolotundo terdapat warung makan “lesehan plengkung” disitu ada pertigaan, belok kiri. Sampailah ke villa HMD. Jika belum jelas bisa klik Disini

Persawahan desa Kedungudi.
Terasering persawahan Kedungudi ini berlokasi di pinggir jalan, tepatnya di samping SDN Kedungudi. Kendaraan bisa di parkir di dekat SDN tersebut. Tak ada tiket masuk untuk kesini. Terasering persawahan ditempat ini begitu luas dan indah. Tak heran pengendara biasanya memperlambat kendaraanya hanya untuk melihat keindahan terasering Kedungudi ini. Lebih ke selatan, di seberang jalan terdapat warung-warung yang berjajar. Disaat musim durian tiba, tak jarang warung-warung tersebut juga menjual durian khas Trawas.

Persawahan desa Sendang.
Spot persawahan ini berlatar belakang gunung welirang. Hanya satu spot sih, tapi tempat ini begitu viral di instagram. Waktu yang tepat untuk kesini adalah saat pagi hari antara jam setengah 6 sampai jam 7 pagi. Karena disaat itu gunung welirang terlihat jelas dengan puncak yg di sorot oleh mentari pagi. Lokasinya berada di belakang SMP N 2 Trawas. Belok kiri, setelah melewati jembatan, belok kiri lagi. Dari sini jalan makadam menanjak. Nah, lokasi spotnya tepat kanan jalan setelah jalan menanjak tadi. Jika kurang jelas bisa klik Disini.

Terasering Desa Selotapak.
Lebih keselatan lagi menuju desa Selotapak, terdapat persawahan yang menurutku paling epic. Namanya terasering Selotapak atau terasering Wangan tengah. Dulu tempat ini hanya dikenal oleh para fotografer lanscape. Tapi karena media sosial, membuat tempat ini semakin ramai di kunjungi. Untung penduduk desa sadar akan potensi wisata yang ada, hingga akhirnya di kelola dengan baik oleh penduduk sekitar. Penanggungan yang menjadi latar belakang membuat view terasering selotapak semakin kece. Waktu yang bagus untuk berkunjung kesini adalah saat sore hari, tapi itu kalo musim kemarau. Jika saat musim hujan lebih baik berkunjung di pagi hari, karena kemungkinan Penanggungan tak akan terlihat disore hari karna mendung disaat musim hujan. Lokasi terasering Selotapak ini berada di ds Selotapak, tepatnya dari pertigan samping SDN Selotapak masuk ke gang kecil. Mentok, lalu belok kiri, sampai deh. Kendaraan bisa di parkir di sebelah “sumur” yang ada di pinggir jalan. Jika kurang jelas bisa klik Disini.. Untuk tiket masuknya dulu gratis, ndak tau kalo sekarang.

Persawahan Sumber tekik.
Menuju ke selatan lagi ke arah jalan raya Trawas -Prigen. Kalian bisa mengunjungi Sumber tekik. Sebuah mata air yang di bangun layaknya kolam kecil dengan pohon besar di sebelahnya. Lokasinya berada di ds Trawas. Dari Vanda hotel menuju ketimur sekitar 100 m, masuk gang kecil sebelah bengkel. Ikuti jalan sekitar 300 m, dari atas terlihat gubuk gubuk dibawah. Nah disitu lokasinya. Jika kurang paham bisa klik Disini.
Sebenarnya yang menarik dari tempat ini bukan sumber tekiknya. Melainkan hamparan persawahan dengan gunung Penanggungan di belakangnya. Jika di Bali, mirip dengan bukit Nirwana dengan gunung Agung di belakangnya. Tempat ini sudah di kelola oleh warga, terdapat toilet dan beberapa gubuk untuk berteduh para wisatawan.

Gimana? Tertarik mengunjunginya. Tapi tahan dulu ya. Tunggu hingga wabah covid 19 ini hilang.😊









