Bukit watu jengger atau gunung joko munjung adalah sebuah bukit di lereng gunung anjasmoro, dengan ketinggian 1100 mdpl. gunung ini cocok buat pendakian tipis-tipis atau hanya sekedar camcer (camping ceria).

Oleh karena itu, saya dan rian, teman satu kerja. berkeinginan mengunjungi tempat ini. Niat brangkat jam 4 habis subuh pun harus molor jadi jam 5 pagi. Ya karna si rian juga masih molor.
Berbekal google maps, motor saya arahkan ke dusun nawangan, desa tawangrejo, kecamatan jatirejo, Mojokerto. Sebenarnya terdapat 2 rute pendakian, dari desa rejosari dan desa tawangrejo. Tapi kami lebih memilih lewat jalur tawangrejo, karena jalur ini yang lebih ramai dan familiar.
Perjalanan dari ngoro sampai ke desa tawangrejo memakan waktu kurang lebih 1 jam. 3 km sebelum dusun nawangan, jalanan mulai hanjur parah.

Parkiran berada di rumah warga, sebelah kanan setelah pertigaan. Dengan harga 5k, kami langsung trakcing. Jika kalian lupa bawa perbekalan, tenang saja. Dekat parkiran ada toko kok, jadi nggak takut kelaparan di tengah jalan.
Medan pertama berupa jalan setapak, dengan kebun warga di kanan kiri jalan. Sekitar 15 menit berjalan, sampailah kami di pos tiket masuk. Saya kira tiket masuknya jadi satu dengan parkiran, ternyata tidak. Dengan membayar tiket 10 ribu per orang, kita diwajibkan mengisi biodata. Pengelola tiket memang berasal dari pihak tahura Suryo sendiri.
Setelah melewati kebun warga yg mayoritas di tanami jagung dan ketela pohon, jalur berganti dengan hamparan hutan pinus. Tampak bekas ban sepeda motor berada di tengah-tengah traking. Mungkin digunakan warga utk pendistribusian barang-barang yg dijual di warung. Ya, di pertengahan jalan menuju puncak memang terdapat bagunan semi permanen untuk jualan warga sekitar. Namun saat kami kesana warung-warung itu tutup, padahal saat itu pas weekend. Yang otomatis banyak pengunjungnya.
Sampai camp B9, kita sudah dapat melihat pemandangan gugusan gunung anjasmoro. Sesuai namanya, tempat ini dapat digunakan untuk mendirikan tenda, dengan muat 3-4 tenda. B9 sendiri singkatan dari bukit 900 ( bukit dengan ketingian 900mpdl ). Cukup ramai juga sih pas kami berada disini. Dari sini tinggal satu tanjakan lagi hingga sampai ke puncak watu jengger, selebihnya jalanan landai.

Dari camp B9 sampai puncak watu jengger sendiri memakan waktu cuma 15 menit. Dipuncak kami bertemu dengan mas agus zunaidi bersama temanya, mereka berasal dari surabya. Uniknya, mereka niat dari surabaya ke watu jengger bawa kursi. Otomatis kami meminjam kursinya buat foto-foto. Udah kaya sutradara yang shoting di alam gitu 😁. Oh ya sampai lupa, kenapa kok dinamakan bukit watu jengger? Mungkin karena bukitnya berbentuk lancip seperti jengger ayam kali ya..

Muka-muka belum mandii..😪

Jangan lupa sarapan, kesehatanmu lo yan..😁😁
Semakin siang kabut mulai datang dan menutupi pemandangan. Kami pun memutuskan segera turun, dan berpisah dengan mas agus yg masih asik berfoto-foto. Sebelum sampai parkiran, kami harus laporan kembali ke pihak loketnya. Abis itu pulang deh..
Wasalamualaikun…