Pernah denger Candi Tetek belahan?. Atau kalian udah pernah kesana mungkin? Candi Tetek belahan ini sebenarnya sebuah pertitraan, dua patung cewek dengan air yang mengalir di teteknya menjadi keunikan candi ini. Itu sebabnya candi ini disebut candi Tetek belahan.
Tapi saya tidak akan menjelaskan candi ini dengan detail. melainkan menceritakan perjalanan saya menuju ke candi Gapura Lanang yang tak jauh dari candi Tetek belahan.
Informasi Candi Gapura Lanang ini saya peroleh dari foto di instagram, dalam foto terlihat seperti candi yang belum banyak orang mengetahuinya. Akhirnya keinginan saya untuk mencari candi tersebut muncul.
Mengajak teman saya Jerry yang berlatar belakang agama Hindhu, membuat kami lebih bersemangat mencari candi tersebut. Perjalanan kami mulai dari kos menuju ke candi Tetek belahan yang berada di ds Wonosunyo, kec Gempol, Pasuruan. Menurut info yang saya dapat, memang candi Gapura Lanang berada tak jauh dari candi Tetek belahan.
Setelah sampai di Candi Tetek belahan, kami lanjutkan lurus menuju keatas. Sadar tak menemukan candi yang kami maksut, akhirnya kami bertanya kepada warga sekitar. Ternyata wargapun juga tak tau candi yang kami maksud. Akhirnya kami kembali menuju ke candi Tetek belahan.
Di sekitaran candi Tetek belahan, kami bertanya kepada seseorang yang sedang mencari rumput. Ternyata candi yang kami maksut terlewati, tapi tak terlalu jauh juga sih. Beliau menunjuk masjid yang terlihat kubahnya dari sini. “pedamu parkiren neng mejid kae mas, trus samping enek gang cilik, nah mlaku metu kono”. “motormu parkir di masjid itu saja mas, lalu sampingnya ada gang, nah jalan lewat situ”.
Akhirnya kami menuju kesana. Dari masjid, kami berjalan kaki melewati kebun warga. Dari sini candi sudah terlihat. Lalu turun melewati sungai kecil dan kembali naik sedikit. Kami sempat kebingungan disini, sebab jalan setapak mulai tak tampak dan berbukit, membuat candi tak terlihat. 10 menit mencari, akhirnya ketemulah candi Gapura lanang tersebut.
Dekat candi terdapat tumpukan batu yang tertata rapi layaknya tembok, tetapi diatas nya tertimbun tanah dengan pohon di atasnya. Masuk kedalam terdapat makam kuno. Kemungkinan makam ini sudah tidak digunakan lagi oleh warga sekitar. Pohon pohon tua yang ada membuat semakin seram suasana. Di tengah pemakaman ini lah berdiri kokoh candi gapura lanang.
Menurut informasi yang saya peroleh. Sebenarnya ada dua candi, candi Gapura lanang dan candi Gapura wadon. Sayangnya kami tidak menuju ke candi Gapura wadon, karena baru mengetahui informasi ini setelah membuat tulisan ini. Jadi kami hanya mengexplore candi Gapura lanang saja.



Menurut artikel yang saya baca sih jarak atar gapura tidak terlalu jauh, sekitar 300 meter. Struktur gapura terbuat dari batu bata merah, seperti candi candi yang tersebar di daerah Trowulan. Dahulu di sekitar candi juga terdapat kolam yg berfungsi sebagai pertitraan layaknya candi Tetek belahan. Tetapi kolam tersebut sudah tertimbun tanah. Sayang sekali ya.
Untuk videonya bisa dilihat di chanel youtube saya ya..
Ay YUK: Gapura Lanang, candi tersembunyi di kaki gn Penanggungan
Sekian cerita saya kali ini. Semoga bermanfaat..